Rabu, 20 Juni 2012

IPTables firewall

IP TABLES  (►.◄)


IPTABLES
IPTables merupakan aplikasi untuk administrasi filtering paket dan Network Address Translation (NAT) pada IPv4. Gambaran umum, iptables digunakan untuk konfigurasi, merawat dan memeriksa rules tables (table aturan) tentang filter paket IP yang terdapat di kernel linux.
IPTables memiliki 4 tabel aturan yaitu filter, nat, mangle dan raw. Yang akan saya bahas adalah aturan “filter” karena ini yang seringkali digunakan dalam pengaturan jaringan. Kita sudah tahu bahwa pada table terdapat chains (rantai) yang berisi rules / aturan. Namun perlu diketahui tiap table memiliki chains yang berbeda-beda. Chains pada tables “filter” dari 3 fungsi yaitu INPUT, FORWARD dan OUTPUT. INPUT untuk paket yang disiapkan untuk soket lokal atau komputer kita sendiri. FORWARD untuk paket yang diarahkan / routing ke box dan OUTPUT untuk paket yang di generate / dibuat sendiri. Cara gampangnya untuk memahami, chains INPUT berguna untuk mengatasi paket data yang masuk. FORWARD berguna untuk mengalihkan paket yang datang dan OUTPUT berguna untuk menghasilkan paket data yang akan diteruskan nantinya.
IPTables juga dapat di artikan sebagai FIREWALL karena Firewall sudah menjadi aplikasi default yang ada pada semua jenis Linux .
 
A. Table
Fungsi masing-masing tabel pada IPTables:

1. NAT : NAT mentranslasikan (menggantikan) alamat asal atau tujuan dari sebuah paket. Contoh apabila satu buah PC Client yang beralamat IP private memberikan request agar terkoneksi ke internet dari gateway dan di terima oleh PC Router, sedangkan hanya PC Router yang memiliki alamat IP public, maka agar client dapat terkoneksi ke internet, IP private tadi ditranslasikan (digantkan) requestnya oleh PC Router dengan IP public miliknya, kemudian hasil request disambungkan kembali ke PC Client, sehingga PC Client dapat mengakses internet.

2. MANGLE : Melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.

3. FILTER : Menentukan paket yang akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT
 
B.COMMAND
 
 
Command
Keterangan
-A

–append
Perintah ini menambahkan aturan di akhir chain. Aturan ditambahkan di akhir baris chain yang bersangkutan, sehingga dieksekusi terakhir kali
-D         
–delete
Menghapus satu aturan chain. Caranya dengan menyebutkan perintah mana yang ingin dihapus secara lengkap atau menyebutkan nomor baris perintah yang akan dihapus.
-R         
–replace
Menggantikan aturan chain dengan aturan (entry) baru..
-I         
–insert
Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan ke baris yang ditulis, dan aturan yang tadinya ada di baris tersebut akan bergeser ke bawah bersama dengan baris-baris selanjutnya
-L         
–list
Menampilkan semua aturan pada tabel. Jika tabel tidak disebutkan, seluruh aturan di semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada aturan sama sekali pada tabel. Command ini bisa dikombinasikan dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).
-F         
–flush
Perintah ini mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka semua chain akan hilang.
-N         
–new-chain
Membuat chain baru.
-X         
–delete-chain
Menghapus chain yang dituliskan. Notabene, tidak boleh ada aturan lain yang bersangkutan dengan chain tersebut.
-P         
–policy
Membuat kebijakan default pada chain. Jika ada paket yang tidak memenuhi aturan pada baris yang diinginkan, paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.


  

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar